Save Me

tentang sebuah hubungan…

Posted by: luthor on: December 19, 2010

Thursday, December 16, 2010

Hubungan orang tua dan anak sudah menjadi fenomena yang unik, dimana orang tua ingin anaknya mengikuti keinginannya, sedangkan anak juga ingin dimengerti orang tuanya. Ini memang hal yang susah untuk disatukan, artinya antara keinginan anak dan keinginan orang tua seringkali berseberangan.
Problemnya, apakah ini salah orang tua ? atau salah anak ?
Mari kita berfikir sedikit kebelakang, dengan niat tidak bermaksud menyalahkan orang tua, tapi dilihat dari hasil diskusi dengan beberapa orang tua, baik muda maupun generasi yang cukup tua, semua tidak mau mengakui dan melihat bahwa anak tidak sejalan dengan apa yang didambakan atau diinginkan orang tua, atau tidak mau mengerti maksud orang tua, itu dikarenakan tidak diajarkan untuk mengerti orang lain. Sifat buruk yang timbul dari sang anak, tidak mau diakui sebagai sifat buruk orang tua itu sendiri.
Sebagai contoh, ketika kita (orang tua) melihat kelakuan anak orang lain tidak baik, langsung tanpa ragu-ragu kita mengatakan bahwa itu salah orang tua nya yang tidak mendidik anaknya dengan baik dan tegas. Bagaimana dengan sifat buruk anak kita sendiri ? apakah itu harus kita akui bahwa itu artinya kita kurang mengajari anak kita sendiri.
Suatu hari saya pernah berdiskusi dengan seorang bapak yang punya pemikiran cukup modern, dia bertanya “apa yang paling susah untuk menjadi orang tua, repot atau tidak ?”
Saya menanggapi itu dengan jawaban bahwa, hal yang paling sulit menjadi orang tua itu karena kita harus belajar lagi dan lagi untuk bisa mengikuti perkembangan anak-anak kita, karena jaman juga sudah beda, bakat manusia juga pasti berbeda. Dan juga paling sulit ketika kita harus menerima kenyataan bahwa sifat buruk yang ada pada anak kita adalah sama dengan sifat buruk kita.
Nah sekarang apa yang harus dilakukan oleh orang tua ataupun anak ?
Saya berfikir bahwa orang tua seharusnya bisa belajar untuk bisa mengerti dunia anak sesuai dengan bakat dan jamannya, sedangkan anak harus belajar memahami bahwa orang tua cinta dan sayang sama anaknya.
Memang susah untuk bisa menyadari dan menerima bahwa kekurangan anak adalah kekurangan kita sebagai orang tua,
Saya mulai belajar dari itu, saya belajar dari hubungan kakak saya dan anaknya, saya belajar dari hubungan teman saya dan anak mereka masing-masing, saya mengamati, mencari referensi, dengan harapan saya bisa melakukan yang terbaik untuk anak-anak saya kelak, walaupun kadang sering sakit hati mendengar seloroh mereka yang rasa-rasanya berharap kalo nanti anak saya bertabiat jelek. Sehinga mereka ingin melihat bagaimana saya menderitanya saya menghadapi itu.hahaha
Jujur ngomong itu sebuah tantangan sekaligus sebuah ketakutan saya juga, karena toh saya tidak lepas dari karma dan jodoh karma harus ketemu anak saya, dan menjadi satu kesatuan keluarga berasama anak tersebut.
Pendapat saya, sebagai orang tua kita tidak bisa mendidik anak kita dengan prinsip “kebenaran”, bahwa anak harus patuh kepada orang tua, dengan alasan setiap orang tua selalu ingin anaknya jadi anak “baik”. Anak harus dididik dengan luwes, artinya orangtua harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak, mendidik anak dengan kita menceritakan juga kesalahan atau aib yang pernah kita lakukan dulu, sehingga anak akan paham/mengerti, ini lebih baik daripada anak itu patuh.
Seringkali orangtua meninggikan wibawa supaya anak “takut” kepada nya, ini juga menjadi satu prinsip yang perlu dipertanyakan. Menurut bimbingan dari setiap pertemuan agama Buddha BDI, anak justru harus bisa dekat sama orang tua nya, bukannya takut, kalau takut, maka susah untuk menjalin komunkasi dengan anak. Anak tidak mungkin mau cerita-cerita seputar pergaulan dan keinginan mereka kepada orang tua, karena anak merasa, “ ntar dimarahin, ntar diomelin, dll”. Sehingga anak lebih banyak bercerita kepada teman-teman, pacar.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • None
  • blackjedi: Dikhianati? itu soal biasa Penjilat? itu biasa Marah karena di khianati? itu juga sangat biasa Ada satu yang gak biasa atau malah luar biasa di
  • jack: nice !
  • jack: Ah U ato AU, ya nama seseorang dunk, kayak Ah Phing/Aphing gitu loh !

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.